Skip navigation.
Home

Q&A STEMI

Pada tanggal 29 Agustus 2008 diadakan tanya jawab tentang hidup dari sudut pandang Kristen yang diselenggarakan STEMI (Stephen Tong Evangelistic Ministry International) yang bekerja sama dengan Chinese CF. Maka tak heran pembicaranya adalah Dr. Stephen Tong sendiri. Acara ini lebih diarahkan ke penutur bahasa Mandarin, maka bahasa yang digunakan adalah Mandarin, tapi orang lain juga bisa datang karena diterjemahkan kalimat per kalimat ke dalam bahasa Inggris. Ada cukup banyak hadirin yang datang, meski tak sampai menduduki seluruh kursi yang ada di LT1A.


Sebelum Dr. Stephen Tong menjawab pertanyaan, dia memberikan pertanyaan dan pernyataan yang merangsang pendengar untuk berpikir dan mempertanyakan kembali konsep-konsep yang telah tertanam di dalam benak mereka. Dia menyinggung tentang jaman rasionalitas, di mana jalan satu2nya kepada kebenaran adalah melalui akal. Pandangan itu adalah salah, contoh sederhananya seperti seorang pelajar yang bingung tentang teori relativitas, menunjukkan keterbatasan dari akalnya. Selain itu juga menyinggung demokrasi ada kelemahan, yaitu bila orang-orang bodoh memilih orang yang sebenarnya tidak layak memimpin.


Sembari menjawab pertanyaan-pertanyaan, Dr. Stephen Tong menegaskan teori penciptaanlah yang benar, keselamatan dari Allah kepada manusia, konsep dosa (seperti panah yang meleset dari sasaran), Alkitab adalah yang paling benar di antara filsafat Barat dan Timur, serta Kekristenan telah memberi banyak sumbangsih kepada dunia dan Tiongkok. Pada intinya dia menunjukkan bahwa agama Kristen bukanlah untuk orang bodoh dan bernilai rendah tapi justru nilai-nilai yang terkandung dalam kekristenan adalah lebih agung daripada apa yang pernah dipikir manusia.


Dr. Stephen Tong telah beberapa kali datang ke NTU sebelumnya sejak 1968, terakhir kalinya adalah 7 tahun lalu. Di acara ini dia menyatakan akan kembali ke NTU untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tiap tahunnya hingga beberapa tahun mendatang. Semoga dengan adanya acara ini akan lebih menggelitik benak para siswa NTU, dan membawa mereka untuk datang kepada Kristus.