Skip navigation.
Home

FES Singapore National Conference

FES Singapore NC

4-6 September 2008

The Salvation Army, Bukit Timah, Singapore


Untuk pertama kalinya, tiga ministry di FES Singapore berkumpul dan belajar bersama apa arti Integrated Life dan Integral Mission. Ada juga yang terasa berbeda ketika lagu "Maka jiwaku pun memujimu, sungguh besar Kau Allahku" dinyanyikan bersama-sama dalam tiga bahasa yang tentunya mengingatkan kita ketika semua suku bangsa memuliakan Allah.

National Conference yang bertajuk misi ini merupakan yang pertama kalinya diadakan di Singapore. Sebenarnya Indonesian ministry pernah melakukan hal yang serupa yaitu mengadakan Mahasiswa Indonesia Menuai (MIM) dua tahun yang lalu selama beberapa hari dan Konferensi Transformer Muda Indonesia (KTMI) tahun lalu yang diadakan hanya satu hari. Tahun ini tampaknya cukup spesial, dengan persiapan kurang lebih 9 bulan dan Elijah Ong yang waktu itu mahasiswa final year NUS sebagai ketuanya, diadakanlah FES National Conference yang diorganisir oleh tiga ministry yaitu English, Chinese dan Indonesian.

Buka tanpa tujuan jika konferensi tahun ini bertemakan Integrated Life, Integral Mission. Seringkali, kebanyakan orang salah paham dengan pengertian bahwa misi adalah sebuah overseas short-term cross-cultural trip. Ada juga pandangan umum bahwa hanyalah mahasiswa theology atau pendeta saja yang harus mengjangkau mereka yang belum percaya, sementara kehidupan gereja juga membutuhkan gembala dalam pemeliharaan iman jemaat. Melalui kegiatan ini, diharapkan nantinya akan ada orang-orang yang mengintegrasikan kegiatan misi di dalam pekerjaan dan setiap aspek kehidupan mereka. Sesuai sambutan FES Singapore General Secretary, diharapkan National Conference ini akan mendatangkan para mahasiswa dan alumni menjadi seorang Kristen yang transformatif, gaya kehidupan dan pemikiran yang mission-oriented, bekerja dan hidup untuk kemuliaan Allah, dan bersikap peduli kepada kondisi sekitar.

Secara umum, terdapat 5 plenaries 3 bible expositories, dan 28 workshops yang tersedia (peserta hanya memilih tiga). Ada juga kegiatan pendukung seperti pujian dan penyembahan, small group interaction, dan campus meeting. Beberapa pembicara yang diundang yaitu Jim Tebbe yang pernah melayani di Pakistan, Bangladesh, Yordania, dan Ciprus. Sekarang ini, Jim adalah Vice President for Missions InterVarsity Christian Fellowship/USA. Jim juga membawakan tiga dari lima plenary yang ada. Beberapa plenary diisi oleh Dr. Vinoth Ramachandra yang sejak tahun 2001 beliau melayani sebagai sekretaris untuk Dialogue dan Social Engagement (South and East Asia) untuk IFES. Dr. Vinoth juga merupakan penulis buku "Subverting Global Myths: Theology and the Public Issues Shaping Our World. Bible expository dibawakan oleh dokter Tan Lai Yong, seorang warna Singapura lulusan NUS Medical faculty tahun 1985, yang sekarang ini melayani di Xishuangbanna di Provinsi Yunnan sejak tahun 1996. Dokter Tan terlibat dalam community development di sana, pelatihan dokter, dan melayani orang yang terkena penyakit kusta. Beliau juga merupakan dosen di Kunming Medical University dan menjadi sukarelawan di Bless China International. Ketiga pembicara ini juga mengisi beberapa workshop yang ada. Selain itu, terdapat sekitar 25 pembicara lain yang mengisi workshop yang ada. Beberapa staf dari Indonesian Ministry juga mengisi workshop antara lain Petrus Budi Setyawan, Dany Christopher, Victor Wibowo dan Andreas Jonathan.

Bible Expository kali ini membahas tentang kitab Yunus. Pada dasarnya ada beberapa hal yang ditekankan yaitu bagaimana Yunus lari dari Tuhan, kemarahan Yunus pada Tuhan serta penyertaan Tuhan pada Yunus. Larinya Yunus dari hadapan Tuhan mengingatkan kita juga terkadang lari dari panggilan Tuhan. Kemarahan Yunus pada tuhan juga mengingatkan kita bahwa ketika kita marah, kita menunjukkan siapa kita dan ketika kita tidak marah dalam menghadapi sesuatu, itu juga lebih menunjukkan siapa kita yang sebenarnya. Tetapi, dari semuanya itu, kita diingatkan lagi bahwa Tuhan selalu menyediakan apa yang kita perlukan. Anehnya, kita terkadang selalu berpikir bahwa apa yang Tuhan sediakan itu akan membuat kita hidup lebih nyaman. Nyatanya, ketersediaan itu membawa kita lebih dekat pada Tuhan dan tidak selalu kita menerimanya dengan nyaman.

Dr. Vinoth Ramachandra menyampaikan tentang Integral Mission dan Kingdom of God serta Student Mission and the Kingdom of God dalam dua plenary yang dibawakan. Intinya, bahwa integral mission adalah penerapan Alkitab. Selain itu juga diingatkan untuk hidup berintegritas serta Living Out the Life of Jesus. Vinoth juga mengingatkan para mahasiswa untuk berperan keluar dan menjangkau orang-orang yang belum mengenal Tuhan. Jim Tebbe dalam tiga plenary yang dibagi menjadi tiga bagian yaitu Whole Gospel: Word in the Neighborhood, Whole Church: A Chosen People, a Royal Priesthood, a Holy Nation, serta Whole World: For God so Loved the World, menyampaikan pentingnya holistic mission yang pada akhirnya seluruh kehidupan kita hanyalah dalam kuasa Kristus. Ini bukan hanya berarti evangelism dan keterlibatan sosial berlangsung bersamaan. Jim mengutarakan bahwa :

Our proclamation has social consequences as we call people to love and repentance in all areas of life and that our social involvement has evangelistic consequences as we bear witness to the transforming grace of Jesus Christ.

Selanjutnya, bagaimana dengan kita? Bagaimanakan hidup kita? Mampukah kita menjadi engineer, scientist, teacher, businessman yang akan menjangkau teman-teman sekitar kita?