| Su | Mo | Tu | We | Th | Fr | Sa |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | 2 | 3 | ||||
| 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 |
| 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 |
| 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 |
| 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 |
Morning Prayer Meeting
Di suatu pagi yang cerah di Yunan Garden, ada sekelompok manusia berkerumun dengan duduk melingkar. Ketika didekati, terdengarlah suara merdu didendangkan. Terkadang mereka berdiri menggoyangkan badan dan anggota tubuh mengikuti irama. Siapakah mereka? Anak ISCF-kah? Ya betul sekali! Pada tanggal 4 Oktober, di hari yang khusus ini diadakan terobosan baru untuk prayer meeting dengan bertempat di atas rumput Yunan Garden serta dinamakan Morning Prayer Meeting. Tidak, mereka tidak duduk di atas rumput, tapi dialasi dengan koran dan tabloid tak terpakai yang banyak bertebaran di NTU ini.
Acaranya selain bernyanyi dan berbagi cerita, baik di kelompok besar maupun kecil, ada pula mendoakan suku-suku di Indonesia yang masih belum mengenal Injil (Kelompok Orang yang Tak Terjangkau). Telah disiapkan sebuah peta styrofoam Indonesia berukuran besar, yang di atasnya ditusuk oleh banyak 'panji', terbuat dari kertas persegi berbentuk kantong, dan di dalamnya terdapat selebaran kertas berisi suku yang perlu didoakan. 'Panji' ini direkatkan dengan tusuk gigi supaya bisa ditikamkan ke dalam peta Indonesia. Sebuah gagasan menarik yang berdaya cipta tinggi. Tiap orang diarahkan untuk mengambil dua 'panji' untuk didoakan tak hanya pada hari itu saja, tapi juga untuk hari-hari mendatang.
Di akhir acara, disediakan minuman hangat untuk semuanya bertempat di salah satu paviliun. Mereka berbincang-bincang dan bersenda gurau sambil menikmati minuman hangat, sehangat suasana yang ada. Lalu mereka beramai-ramai mengabadikan diri di berbagai tempat dengan dipandu oleh Abednego dengan kamera filmnya.

